Unit Midwest Emo Asal Makassar, Beijing Connection, Luncurkan Single “We Should’ve Left Our Hearts in the South Where They First Met”

Beijing Connection adalah band midwest emo asal Makassar, Indonesia, yang beranggotakan Rudy Rubiandini mengisi bass dan vokal, Adhewans bermain gitar dan Joy Silitonga mengisi drum. Pada 5 Februari 2021 lalu, akhirnya Beijing Connection memantapkan niat dengan merilis single perdana mereka berjudul “We Should’ve Left Our Hearts in the South Where They First Met” di berbagai platform musik digital bersamaan dengan video musik yang bisa disaksikan melalui kanal YouTube Beijing Connection.

Jika ditilik dari proses kreatif, notasi musik dibuat oleh Adhewans dengan sentuhan mathpop serta influensi emo pada notasi vokal, sedangkan penulisan lirik dilakukan oleh Rudy. Karena ide lagu ini berdasarkan kisah nyata, alhasil melahirkan lirik yang cukup sentimental tentang ketakutan–ketakutan yang terjadi di masa lampau angsur menjelma menjadi penyesalan–penyesalan di masa kini. Apabila dianalogikan, lagu ini seperti gabungan film 500 Days of Summer dan You Are the Apple of My Eye.

Sedangkan untuk artwork, mereka memilih potret pemandangan kuburan dengan buku catatan berwarna biru yang mengandung pesan khusus kepada orang tertentu, kemudian disentuh dengan pewarnaan nuansa city pop oleh Yhuza, komikus lokal Makassar.

Dalam penggarapan video klip pun dibuat dengan tangkapan gambar yang cukup sederhana menggunakan teknik semiotika. Sang director, Yoga Pratama berhasil memaksimalkan hal tersebut yang membuat lagu dan video terasa begitu padu. Meski sederhana, Yoga seakan-akan menangkap inti dari single ini, oleh karena itu ia menyematkan beberapa adegan multitafsir bahkan terkesan subliminal.

Artwork single “We Should’ve Left Our Hearts in the South Where They First Met”
Beijing Connection:
Email: beijingconnection2.0@gmail.com
Bandcamp: Beijing Connection
Instagram: @beijing.id
YouTube: Beijing connection

Leave a Reply