Muchos Libre Mempersembahkan Lagu Terbaru Bertajuk “Butaneko”

Buta (豚) berarti ‘babi’ dalam bahasa Jepang, dan Neko (猫) adalah ‘kucing’ dalam bahasa Jepang. Judul single terbaru Muchos Libre ini menceritakan tentang seekor babi ternak yang diakhir hidupnya kita ketahui hanya akan menjadi daging olahan. Namun sang babi memilih untuk menjadi kucing supaya tidak menjadi daging olahan.

Buta (豚) dan Neko (猫) merupakan dua kata dari bahasa Jepang yang memiliki arti ‘babi’ dan ‘kucing’. Keduanya lalu disatukan menjadi “Butaneko” untuk dijadikan judul dari sebuah lagu baru dari band asal Bandung, Muchos Libre yang bertutur soal imajinasi liar personilnya.

“Single terbaru Muchos Libre ini menceritakan tentang seekor babi ternak yang diakhir hidupnya kita ketahui hanya akan menjadi daging olahan. Namun sang babi memilih untuk menjadi kucing supaya tidak menjadi daging olahan,” terang Muchos Libre dalam keterangan tertulis yang diterima benbenan.com, Jumat (18/12/2020).

Istilah “butaneko” juga merupakan ungkapan yang kerap dilempar oleh Bagongtempur (vokal) dan teman-teman asramanya saat di Jepang, untuk menggambarkan sifat orang malas. Berasal dari kata butanuki (daging babi), “butaneko” juga mereka anggap sangat pas bila dijadikan metafora terkait orang-orang yang menjalani kehidupannya dengan setengah hati.

“’Butaneko’ adalah metafora kehidupan manusia di banyak kalangan, begitu banyak orang didikte untuk menjadi dokter, professor, pengusaha sukses ataupun staf pemerintahan atas keinginan orang tuanya atau oleh lingkungan sekitarnya. Sehingga banyak orang tidak diberikan kesempatan untuk memilih menjadi sesuatu yang sejalan dengan hatinya,” jelas sang Vokalis.

“Butaneko” digarap tahun 2016, ketika Bagongtempur sedang belajar bahasa Jepang dasar, menjelang kepergiannya ke negeri Sakura. Lirik lagu “Butaneko” dibuat secara kilat dan sesederhana mungkin agar Korongmentah (vokal) juga para pendengar bisa dengan mudah menghafalnya serta menyanyikannya.

Lagu tersebut juga dibuat saat Bagongtempur tengah menggandrungi band asal Jepang, The 5678’s dan sedang dibuat kagum oleh salah satu band garage rock Bandung, Boys Are Toys yang memiliki lagu dengan lirik pelesetan dari Bahasa Jepang.

Video animasi “Butaneko” dibuat oleh Korongmentah dan Bagongtempur di masa pandemi, ketika pekerjaan tidak begitu sibuk dan komputer mereka hanya digunakan untuk bermain game. Terinspirasi dari anime yang berjudul “Ping-Pong”, gambar bergerak tersebut dibuat dengan metode rotoscope.

“Pengambilan gambar dilakukan dikamar pribadi dan di-trace secara frame per frame. Animasi ‘Butaneko’ juga diberikan lirik dengan huruf hiragana dan kanji dengan tujuan supaya para penonton tidak bisa membaca tulisan tersebut,” terang mereka.

Lagu “Butaneko” telah tersedia di berbagai layanan musik streaming seperti Spotify pada tanggal 18 Desember lalu, berbarengan dengan perilisan video animasi pada kanal YouTube mereka.

Muchos Libre:
0859 5669 1250
E-Mail: muchoslibre@gmail.com
Twitter: @muchos_libre
Instagram: @muchos_libre
YouTube: Muchos Libre

Leave a Reply