Paruhwaktu, Ungkap Perasaan Terdalam lewat Video Musiknya Bertajuk “Alexithymia”

13 Februari lalu menjadi sebuah penanda bagi Paruhwaktu, grup musik asal Kota Malang yang beranggotakan Anita (vokal), Andhika Kusuma (gitar) dan Rizal Rosyadi (gitar). Mereka melepas sebuah single bertajuk “Alexithymia”, yang bercerita tentang betapa sulitnya mengungkapkan perasaan dan emosi kepada orang lain. Alexithymia adalah sebuah kondisi subklinis, dimana seseorang kesulitan untuk mengungkapkan emosi dan perasaan yang mereka rasakan.

Tidak banyak yang bisa disampaikan oleh Paruhwaktu di single ini, karena memang alexithymia sendiri adalah situasi (yang bisa dibilang) normal dan bukan sebuah penyakit yang mengganggu siklus kehidupan manusia. Namun walaupun terbilang sepele, nyatanya kesulitan dalam mengungkapkan ekspresi, emosi, dan perasaan benar-benar menutup alur komunikasi yang seharusnya berjalan dua arah antara sepasang insan yang sedang menjalin hubungan. Tentunya jika komunikasi tidak berjalan lancar, maka akan muncul masalah baru yang (bisa jadi) sangat serius.

Paruhwaktu mencoba mentransmisikan kondisi tersebut ke dalam sebuah karya musik yang cukup menenangkan. Berisikan alunan musik yang lembut, vokal dari Anita seolah kawin dengan instrumental yang berisikan gitar, bass dan alunan cello. Rizal yang bertanggungjawab pada departemen lirik dan aransemen, menjelaskan bahwa lagu ini sudah digarap terlebih dahulu mulai dari lirik, notasi, dan aransemen, namun belum menemukan judul yang pas.

“Awalnya lagu ini sudah sampai ada lirik , instrument dan selesai take recording tapi belum ada judulnya. Akhirnya sebelum proses mixing mastering kita mencari judul yang pas untuk lagu ini. Setelah ada 4 judul akhirnya kita voting bertiga dan terpilihlah Alexithymia ini.”.

Kutipan penjelasan Rizal di atas menyebutkan bahwa mereka sendiri butuh waktu untuk menentukan apa yang harus mereka utarakan lewat judul dari single ini.

Berselang tujuh bulan setelah dilepasnya single ini, Paruhwaktu memutuskan untuk memvisualisasikan “Alexithymia” dalam sebuah music video. Disutradarai oleh Adam Rizton, music video dari “Alexithymia” ini membawa kita pada dimensi sebuah hubungan yang saling memberikan afeksi fisik, namun terlalu sulit untuk menjelaskan betapa mereka saling menyayangi lewat sebuah ucapan. Sebuah twist yang menarik di akhir video juga memberikan kita semua pelajaran yang teramat penting dalam sebuah hubungan. Music video dari Alexithymia telah dilepas di kanal YouTube Paruhwaktu pada 18 September 2020. Dengan mengambil lokasi di spot populer di Kota Malang seperti taman sekitar Jalan Ijen, Splendid, dan kedai kopi Coffee Belt, menandakan bahwa Malang tak hanya kota dengan jutaan rasa untuk mengekspresikan perasaan, tapi juga merupakan kota yang memiliki jutaan alasan tidak mengungkapkan perasaan tersebut.

Paruhwaktu:
087859572233 [Andhika]
E-Mail: erizal1993@gmail.com
Intagram: @paruhwaktumusic
Twitter: @paruhwaktumusic
YouTube: Paruhwaktu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: