10 Single Terfavorit Musisi Kota Ponorogo Sepanjang Tahun 2019

Seperti biasa, dalam 3 tahun terakhir ini kami selalu berusaha merangkum sekaligus membantu memromosikan kembali karya-karya musik teman-teman di kota Ponorogo. Sejauh ini masih berfokus pada rilisan single saja, karena memang perlu diakui, untuk produksi sebuah album musik, mungkin cukup ‘berat’ bagi teman-teman musisi di Ponorogo untuk merealisasikannya di tiap tahun. Menurut catatan kami, pada tahun 2019 hanya THE OESBRO dan VANAGANDR saja yang sanggup merilis sebuah album. THE OESBRO merilis album debut bertajuk “Rising Up” yang selurunya mereka bagi secara digital berbayar lewat kanal Bandcamp, sedangkan VANAGANDR berkesempatan merilis sebuah album split lintas negri bertajuk “Cannabisoid” bersama SELFEXILE (Ceko) dalam format CDr.

Oke, langsung saja, berikut daftar 10 single terfavorit musisi kota Ponorogo yang rilis sepanjang tahun 2019:

Urutan nama artis di atas, kami susun berdasarkan abjad



1. FUNFUNFORME – Biarkan Mereka


Single terbaru dari kuartet pop-punk gaek FUNFUNFORME, pasca terakhir merilis single “Remaja Milenia” pada tahun 2018. Yap, dapat dibilang satu tahun satu single! Single ini berusaha mengungkap bahwa jangan terlalu mudah menilai seseorang jika belum tahu kondisi yang sebenarnya.
Di balik single “Biarkan Mereka”:
  • Lirik ditulis oleh Wendy, musik oleh FFFM.
  • Lamanya proses pembuatan lagu: 4 bulan.
  • Direkam di Pro Station Studio Ponorogo.
  • Secara konsep tetap mempertahankan karakter poppunk itu sendiri, namun dibuat lebih ringan dan gak seribet karya-karya terdahulu.

2. GAN STATE OF MIND – DuaSatuTiga

Di tahun 2019, GANZ, begitulah ia kerap disapa, berhasil merilis total 4 buah single, “Guel” pada bulan Mei, “DuaSatuTiga” dirilis 1 semester setelahnya, dan jangan lupakan double-single “Rahwana” & “Batara Garuda” yang juga baru saja ia rilis dalam format kaset pita pada perayaan Cassette Store Day di Ponorogo beberapa bulan silam.

Di balik single “DuaSatuTiga”:
  • Single ini bercerita tentang tanggal 21 bulan 3, yaitu tanggal lahir Gan. Di sini ia mencoba bercerita seputar situasi yang sedang ia alami di umur 17 tahun saat ini.
  • Di usianya yang terbilang masih sangat muda ini, Gan bermusik atas dasar bersosial, bertemu dengan wajah-wajah baru, berkunjung ke tempat baru, menambah relasi, dan bukan hanya sekedar cuan semata.
  • Direkam di Pro Station Studio Ponorogo.
  • Lirik ditulis sendiri oleh Gan sedangkan musik/beat oleh Bagus Yugho.
  • Dalam liriknya ia mencoba memakai 2 teknik: wordplay alias multi-tafsir dan teknik multisylable.
  • Di single ini, ia juga menyelipkan cerita tentang kegalauannya seputar asmara, seperti halnya yang dialami anak sekolah seusianya. “Dalau selam lau cinta, aku bersuara. Suka dalam diam susah sama susah”.

3. IN HEART – Shackles

Shackles merupakan karya perdana dari unit emotive hardcore asal Ponorogo ini sejak kiprahnya yang dimulai sejak tahun 2017 lalu. Tersiar kabar, saat ini mereka sedang mempersiapkan debut mini albumnya yang apabila sesuai rencana akan mereka rilis pada pertengahan tahun 2020.

Di balik single “Shackles”:

  • Lirik ditulis sendiri oleh gitaris mereka, Bagus Wicaksono.
  • Bercerita tentang masa lalu Bagus yang menurutnya semua kesalahan adalah buah dari apa yang sudah ia perbuat sebelumnya, sehingga berdampak pada dirinya sendiri, bahkan pada teman-teman di sekitarnya. Apapun jenis kesalahan itu, mulai dari cinta, karir, pendidikan, dsb.
  • Single ini direkam di Pro Station Ponorogo.
  • Menurut Bagus, sejauh ini IN HEART masih menjadi satu-satunya band yang memainkan genre musik Emo HC se-Karesidenan Madiun.

4. MUHAEIM FEAT YUGHO – Pagi

Duet Muhaeim & Yugho sebelumnya pernah tergabung dalam proyek musik bernama CLICK-P, sampai akhirnya vakum, lantas mereka berdua memutuskan untuk memulai proyek duo ini dari awal, yang ditandai dengan rilisnya single berjudul “Pagi” ini.

Di balik single “Pagi”:

  • Lirik ditulis oleh Muhaeim dan musiknya dikerjakan oleh Yugho.
  • Secara lirik dapat dibilang merupakan sebuah motivasi namun secara konsep musik lebih lo-fi dan nge-chill.
  • Lirik bercerita tenang fake friend, perundungan, hingga kesadaran bahwa ketika jatuh sebenarnya kita sendirilah yang punya kekuatan penuh untuk berusaha bangun kembali. Semua itu berdasarkan pengalaman pribadi Muhaeim ketika diterpa problem psikis beberapa waktu lalu.
  • Karya ini, menurut mereka termasuk jenis musik baru yang ada di Ponorogo, minimal sampai saat ini.

5. SONYA A.M – Rasa



Sonya Marga, solois muda pendatang baru dari kota Ponorogo hadir dengan karya debutnya berupa single yang bertajuk “Rasa”. Mengambil konsep pop-easy listening yang bertemakan tentang cinta dengan sedikit sentuhan religi mengikuti karakter suara Sonya yang mellow nan syahdu. Lagu ini dirilis via YouTube oleh channel bernama M Sword, sebuah kanal asal kota reyog yang berusaha menaungi para musisi dengan karya originalnya, di tengah banyaknya musisi Ponorogo yang terkena wabah musisi cover, M Sword mencoba untuk melawan arus tersebut.

Di balik single “Rasa”:

  • Direkam di Ginza Studio, Sumoroto, Ponorogo.
  • Lagu dibuat oleh Pak Dwi Menjeng dengan dibantu oleh Toni Tomblock (The Djadoel) dan Gun Ginza pada departemen aransemen.
  • Saat ini Sonya juga terus mencoba menulis lagu sendiri, dan ketika ditanya tentang goals yang ingin dicapai ketika bikin karya sendiri adalah lebih ingin dikenal banyak orang dari karya original, syukur-syukur bisa dapet duit dari situ.
  • Menyikapi fenomena latah menjadi musisi cover, menurut Sonya itu sah-sah saja, namun seharusnya mereka bisa lebih berani, lebih memaksimalkan kemampuannya, dan lebih kreatif salah satunya dengan membuat dan merilis karya original.

6. THE DJADOEL – Indonesia

Karya musik perdana dari band bapak-bapak berkepala lima bernama THE DJADOEL. Lagu ini dibuat sebenarnya bermula dari mereka yang kebetulan akan mengikuti semacam ajang pencarian lagu bertema kemerdekaan yang diadakan oleh POLRI 2 tahun lalu, namun karena proses registrasi yang terlambat, akhirnya lagu tersebut dirilis sendiri pada tahun 2019 tepat di hari kemerdekaan RI.

Di balik single “Indonesia”:

  • Lirik ditulis oleh Gendon Agustinus dan musik oleh Toni Tomblock.
  • Lirik dibuat hanya dalam waktu singkat, yaitu 15 menit saja. Dibuat lantang, tegas, lugas, dan mudah dicerna, karena bertemakan kemerdekaan.
  • Direkam di Pro Station Studio Ponorogo.
  • Saat proses rekaman vokal, THE DJADOEL turut melibatkan anak-anak kecil yang merupakan murid dari Acong (Drumer The Djadoel) yang kebetulan Acong juga berprofesi sebagai salah satu tenaga pengajar di salah satu sekolah dasar negeri di Ponorogo.

7. THE OESBRO – Rising Up!

Sebuah single yang dicomot dari debut album mereka juga dengan titel yang sama. “Rising Up!” menjadi penanda momen kebangkitan mereka setelah vakum selama 2 tahun. THE OESBRO kini hanya berformat duo, Gutomo merangkap gitar sekaligus menyanyi, dan Soni selaku penanggung jawab divisi drum & perkusi. Mereka mengaku mengusung musik hardcore-punk 80-an karena 3 alasan saja: lugas, realistis, dan tanpa kompromi! THE OESBRO adalah salah satu rekomendasi berat bagi sesama penggemar Black Flag, Minor Threat, Bad Brains, Dead Kennedys, atau band-band se-angkatannya.



8. TUHKASTURA – Hope

“Hope” menjadi perkenalan kedua bagi perjalanan musik TUHKASTURA, setalah pada tahun 2018 merilis single perdana”Exist in Harmony…”. Single ini kebetulan tidak diproduksi di kota Ponorogo, melainkan di Wiplash Studio Madiun dan Orvius Soundlab Tulungagung. Selain dirilis di YouTube, single ini juga terlibat dalam proyek kompilasi “Madiun Reborn – Galaksi Indie Compilation 2019”. Secara musik, TUHKASTURA memasukkan unsur ambient dan psikedelia namun tetap dalam koridor pop dan rock yang masih cukup mudah untuk dicerna. Saat ini mereka sedang mempersiapkan beberapa materi untuk melengkapi bakal albumnya yang rencananya akan rampung tahun 2020.



9. WISNU SUBOGANG – Rukun, Su!!!

Awal terciptanya lagu ini adalah pada saat masa pemilu tahun 2019 yang lalu, di mana topik yang selalu jadi pembahasan adalah hanya kubu 01 dan 02, seolah seperti tak ada bahan obrolan lainnya yang bahkan berujung perdebatan panas dan memantik keributan.

Menurut Wisnu, “Sekarang kita bolehlah milih si A atau si B terserah, tapi sebagai orang yang secara kehidupan bermasyarakat dekat dengan saudara dan tetangga, akan lebih baik jika setiap perbedaan dalam pilihan politik tak dibawa ke ranah publik dan kehidupan bermasyarakat, karena jika dalam hidup terjadi hal-hal yang tak diinginkan, yang pertama membantu kita adalah tetangga dan sanak saudara bukan pilihan politiknya.”


Single ini diproduksi oleh M Music, di-direct oleh Nanang HS, dan diedit oleh Bayu Locosboy.

10. WSA & YUNITA – Ponorogo adalah Rindu

Di penghujung tahun 2019 kemarin, tepatnya tgl 24 Desember, kami agak dikagetkan dengan hadirnya salah satu karya musik sederhana namun kami yakin tidak se-sederhana apa yang hendak ditawarkan oleh Yunita & WSA, karena memang single ini mereka berdua sengaja dedikasikan untuk kota Ponorogo tercinta.

Lagu ini liriknya ditulis sendiri oleh Wahyu Slamet Amirulloh alias WSA. Bercerita tentang hal-hal yang berkaitan tentang Ponorogo. Karena Ponorogo menyimpan banyak sekali cerita dari segi apapun itu mulai dari suasana, lokasi-lokasi berkesan di tiap sudut kota, kuliner, hingga urusan asmaranya. Ponorogo menjadi kota dengan banyak kesan dan kenangan bagi WSA pribadi.

Proses pembuatan lagu ini hanya berawal dengan iseng-iseng belaka dan spontanitas ketika bertemu dengan Yunita. Yunita sendiri merupakan keponakan dari WSA yang sebenarnya tidak mempunyai basic seorang penyanyi, namun WSA melihat ada potensi pada sosok guru bahasa korea di salah satu sekolah di Ponorogo itu, dan WSA memutuskan untuk memintanya menyanyikan karyanya ini.

Keputusan WSA bikin lagu sendiri di tengah fenomena musisi cover yang sedang mewabah di Ponorogo adalah untuk mencoba mencari tahu sejauh mana apresiasi pendengar ketika dia merilis karya original, WSA yang sebelumnya juga banyak membuat video musik cover mengaku cukup kaget bahwa ternyata respon yang diberikan justru lebih banyak ke lagu originalnya daripada video-video musik cover-nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: